<< CLOSE

Ingin kemana?

Jual Beli : Lapak Jualan
Download : Download Area
______________________

Rabu, 17 Desember 2008

Perkembangan Indonesia Part II

1. Indonesia dalam Teknologi dan Internet

Perkembangan Teknologi dan Internet belakangan ini sangatlah pesat. Perkembangannya di Indonesia juga sama pesatnya. Namun perkembangan ini juga memberi dampak negatif bagi moral bangsa.
Beberapa waktu lalu Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan tingkat Cyber Crime tertinggi nomor dua setelah Ukraina. Indonesia juga menempati peringkat ke-5 dalam hal pembajakan software dengan persentase software yang dibajak sebesar 87%.
Tidak hanya pada kasus kejahatan internet, Indonesia pun berada pada peringkat ke-7 diantara sepuluh negara pengakses situs porno terbesar di Dunia dari hasil survey oleh toptenreview.com beberapa waktu lalu.
Dari survei toptenreviews.com tahun 2006 tercatat 100.000 situs bermaterikan pornografi anak usia 18 tahun ke bawah. Rata-rata usia termuda anak-anak pengakses pornografi adalah 11 tahun. Sementara itu, di Indonesia sendiri hingga kini telah beredar 500 video porno dan 90 persennya dibuat dan dilakukan oleh para remaja yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa.
Selain dampak negatif, dampak positif juga pasti ada. Saat ini para pengguna handphone di Indonesia semakin banyak dan cerdas saja. Fitur-fitur canggih telah di manfaatkan lumayan baik terutama dalam soal akses mengakses Internet. Hal ini terbuktikan saat Opera.com merilis daftar sepuluh negara dengan pengguna Opera Mini terbesar (Opera Mini adalah Aplikasi Browsing Internet ber-platform Java MIDP sehingga bisa di Install didalam ponsel). Indonesia kali ini boleh bangga karena menempatkan diri pada peringkat kedua mengalahkan China sebagai negara dengan pengguna ponsel terbesar dan juga mengalahkan Amerika Serikat yang berada di posisi ke-4. Sedangkan posisi teratas ditempati oleh Rusia.
Namun data yang dirilis oleh Opera.com juga menyebutkan bahwa 63% pengguna Opera Mini di Indonesia mengakses situs Friendster, ini berarti penggunaan Internet belum dimaksimalkan untuk penggunaan pengetahuan dan Informasi.

2. Indonesia dalam Bisnis

Bisnis dan termasuk juga Investasi sangatlah dibutuhkan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Indonesia menempati urutan ke-81 dari 120 negara sebagai negara yang didaulat paling nyaman untuk berbinis. Hal ini sungguh berita yang tidak menggembirakan. Survey yang dilakukan oleh Forbes ini berdasarkan pada beberapa penilaian seperti tingkat kebebasan personal di tiap negara. Seperti hak partisipasi dalam pemilihan umum atau kebebasan berekspresi dan berorganisasi. Serta perlindungan terhadap penanam modal, penanganan korupsi, dukungan kebijakan ekonomi untuk perdagangan bebas dan penekanan inflasi.
Indonesia sendiri telah menempati posisi ke-6 dalam daftar negara dengan birokrasi terlama dalam membuka perusahaan baru, yakni selama 151 hari.
Fakta ini menguatkan para Investor untuk menjauh dari Indonesia.
Hal ini sangat tragis, mengingat Indonesia sangat butuh Investor-investor untuk mengembangkan dirinya.

3. Dunia Pendidikan Indonesia

Dalam data yang dirilis oleh www.webometrics.info hanya ada 24 universitas, baik negri maupun swasta yang berhasil masuk dalam daftar 5000 besar universitas terbaik dunia. Dalam penilaiannya webometrics memperhatikan aspek-aspek seperti jumlah kekayaan arsip universitas, trasparansi dan juga beasiswa yang di berikan. Namun data yang dirilis pada bulan Juli 2008 ini lebih baik ketimbang data pada bulan Januari lalu yang hanya menempatkan 17 universitas dari Indonesia.
UGM masih yang terbaik di Indonesia dengan peringkat ke-819 diikuti oleh ITB dan UI masing-masing pada posisi ke-826 dan ke-1291.
Gambaran ini memberikan potret buruk pendidikan Indonesia, Indonesia masih kalah jauh dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan tentunya Singapura
Sebagai informasi tambahan, dalam IMO (International Mathematical Olimpiad) 2008 beberapa waktu lalu Indonesia menempati urutan ke-36 dari 97 negara peserta.

4. Bidang Olahraga

Prestasi dalam bidang ini mungkin lahir dari cabang Bulu Tangkis saja. Indonesia masih pemegang rekor juara Piala Thomas terbanyak, namun tidak pada Piala Uber. Tidak hanya dalam kejuaraan Piala Thomas dalam SEA Games di Thailand 2007 lalu pun Indonesia berhasil menyapu bersih seluruh Medali yang disediakan untuk cabang Bulu Tangkis. Pada Olimpiade 2008 pun Indonesia masih mampu merebut emas dari cabang ini.
Dari cabang lain yang lebih favorit adalah sepak bola, tetapi prestasinya belum bisa di banggakan. Saat ini Indonesia ada di urutan ke-139 peringkat FIFA dalam situs resminya, www.FIFA.com.
Indonesia memang pernah mengikuti Piala Dunia, namun kala itu Indonesia masih memakai nama Hindia Belanda.
Dalam Asian Beach Games pertama yang diadakan di Bali, Indonesia tanpa disangka berhasil menjadi juara umum. Padahal event ini juga diikuti oleh negara-negara kuat seperti China, Jepang dan Korea Selatan.
Seperti yang di harapkan para rakyat Indonesia, Olahraga Indonesia harus bangkit dan kebih baik lagi.

5. Kebudayaan Indonesia

Suku-suku Indonesia sangat beragam dan keanekaragaman suku tersebut menyebabkan keanekaragaman Budaya juga. Termasuk Bahasa, Adat Istiadat, dan Seni. Kita harus bangga dengan keanekaragaman ini. Jangan sampai kebudayaan kita diambil oleh negara lain.
Bahasa daerah yang dimiliki Indonesia tak terhitung jumlahnya namun kita tetap mempunyai satu bahasa Nasional, yakni Bahasa Indonesia.
Seperti yang dirilis oleh www.geographic.org dua bahasa daerah Indonesia yakni Bahasa Jawa dan Bahasa Sunda masuk dalam daftar 50 bahasa yang paling sering di ucapkan. Bahasa Jawa menempati posisi ke-12 mengalahkan bahasa top seperti bahasa Korea (ke-13), Prancis (ke-14) dan Italia (ke-21). Sementara itu bahasa Sunda menempati posisi ke-35.
Hal ini menguatkan kebudayaan Indonesia semakin berkembang dan kita harus senantiasa menlestarikannya.

6. Indonesia dalam Kesehatan

Telah kita ketahui bersama bahwa tingkat kesehatan Indonesia masih rendah, hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya dana untuk membiayai Riset untuk kesehatan. Indonesia hanya mengeluarkan 3,1% dari jumlah GDP untuk mendanai kesehatan. Persentase yang begitu kecil membuat Indonesia menempati posisi ke-11 sebagai negara paling sedikit mengeluarkan dana untuk kesehatan. Maka tak heran jika di Indonesia masih banyak busung lapar ataupun gizi buruk.
Harusnya pemerintah lebih peduli dengan keadaan ini.

7. Kota di Indonesia

Perkembangan pesat kota-kota di Indonesia menimbulkan masalah baru, seperti polusi dan kerusakan lingkungan lainnya. Seperti yang di alami Jakarta, Jakarta didaulat sebagai kota nomor 9 sebagai MOST DANGEROUSLY POLLUTED CITIES IN THE WORLD. Kesadaran akan pentingnya taman harus ditingkatkan lagi. Kota-kota besar seperti Surabaya, Medan, Bandung serta kota besar lainnya mungkin juga akan bernasib sama dengan Jakarta jika tidak berbenah dari awal. Pembangunan gedung-gedung bertingkat harus dikontrol dengai benar agar lingkungan tetap terjaga juga penanganan masalah kendaraan bermotor yang merupakan penyebab utama polusi udara.

1 komentar:

Komen Donk

Pilih Kategori :

Bola (6) Download (7) Info (28) Info IT (14) information (1) Iseng (5) Lirik Lagu (2) Materi Kuliah (9) medan (1) Olahraga (5) Sport (6) Tips (5) Tips Komputer (7) tour (1)

Entertaiment News