<< CLOSE

Ingin kemana?

Jual Beli : Lapak Jualan
Download : Download Area
______________________

Rabu, 17 Desember 2008

Kesesatan Pikiran

Kesesatan Pikiran berarti kesalahan penalaran atau suatu pemikiran yang tidak logis sehingga terjadi kekacauan penalaran.
Logis dapat diartikan sebagai suatu kegiatan berpikir dengan menggunakan suatu pola tertentu atau menurut logika tertentu.
Yang menyebabkan Kesesatan Pikiran adalah ketidakkonsistenan dalam menggunakan alur logika.
Logika akan memberi suatu ukuran (norma) yakni suatu anggapan tentang benar dan salah terhadap sebuah kebenaran. Oleh karena itu Logika lebih bersifat normatif dan teoritis.

Setiap manusia tentu mempunyai akal, akal ini dipergunakan dengan mengoperasionalkan otak, berusaha mencari kebenaran sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Dengan demikian kita akan bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Namun, menurut pendapat Aristoteles kebenaran itu bersifat subjektif sehingga kesalahan-kesalahan juga dianggap subjektif. Dari hal inilah seorang yang melakukan kesalahan beranggapan benar sehingga dia terjebak dalam kesesatan pikirannya.
Agar suatu kebenaran dapat dikatakan ‘Benar’ haruslah lebih Objektif, dengan cara membandingkanya dengan pendapat umum. Jika kebanyakan pendapat menyatakan itu benar, berarti tidak diragukan lagi kebenarannya.

Untuk menghindari Kesesatan Pikiran perlu adanya suatu proses pemikiran. Proses tersebut dapat berupa susunan secara sistematis seperti berpikir logis atau berpikirlah apakah suatu tindakan itu benar atau salah, tentunya harus berdasarkan Norma yang sudah ada. Jika menurut kita suatu tindakan itu telah benar selanjutnya mencari kebenaran itu dimata orang lain, maksudnya pendapat orang lain tentang suatu hal yang sudah kita anggap benar. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya mencari suatu pendapat dari orang lain berarti membandingkannya secara umum.
Dalam hal penentuan kebenaran juga harus ada suatu pembuktian atau percobaan-percobaan.

Sebagai contoh :
Jika suatu logam dipanaskan kemudian akan memuai. Selanjutnnya logam kedua dipanaskan dan memuai juga, Logam ke-3 dan seterusnya dipanaskan dan akan memuai juga.
Maka akan dapat disimpulkan bahwa semua logam akan memuai jika dipanaskan.

Penalaran dengan suatu pembuktian seperti contoh tsb akan menghasilkan suatu Kebenaran yang pasti.
Dengan pembuktian atau percobaan membuat terhindar dari perangkap kesesatan pikiran.

Filsafat telah menghindarkan kita dari suatu kesesatan pikiran

Filsafat sebagai ilmu lahir dengan cabang Logikanya. Filsafat pun lahir bersamaan dengan Logika Dalam usaha untuk memasarkan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.
Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen Donk

Pilih Kategori :

Bola (6) Download (7) Info (28) Info IT (14) information (1) Iseng (5) Lirik Lagu (2) Materi Kuliah (9) medan (1) Olahraga (5) Sport (6) Tips (5) Tips Komputer (7) tour (1)

Entertaiment News